Wednesday, February 3, 2016

Teori Terjadinya Bumi

Agar kita dapat lebih menghayati dan mendalami sifat-sifat yang terkandung dalam bumi, maka perlu disimak sedikit perihal terjadinya bumi ini. untuk tujuan itu kita akan mengawalinya dengan melihat kedudukan bumi ini dari sudut yang lebih luas dan besar ; yakni dengan menempatkan bumi ini sebagai bagian dari tata surya. berikut ini beberapa hipotesa yang telah dikemukakan oleh para ahli kebumian yang berkaitan dengan proses kejadian planet-planet yang menghuni tata surya, yaitu :

1. Hipotesa Nebula

proses bagaimana terjadinya Bumi dan Tata Surya ita ini telah lama menjadi bahan perdebatan diantara para ilmuan. Agar kita dapat lebih menghayati dan memahami sifat-sifat yang terkandung dan Helmoltz, adalah yang beranggapan adanya suatu bintang yang berbentuk kabut raksasa dengan suhu yang tidak terlalu panas karena penyebaranya yang sangat terpencar. Benda tersebut yang kemudian disebutnya sebagai awal-mula dari MATAHARI, digambarkannya sebagai suatu benda (masa) yang bergaris tengah 2 bilyun mil yang berada dalam keadaan berputar.

2. Hipotesa Planetisimal

Teori yang disebut dan dikenal sebagai teori Planetisimal yang dicetuskan oleh Thomas C. Chamberlin dan Forest R. Moulton. Teori ini mengemukakan adanya suatu Bintang yang besar yang menyusup dan mendekati Matahari. Akibat dari gejala ini, maka sebagian dari bahan yang membentuk Matahari akan terkoyak dan direnggut dari peredarannya. Mereka berpendapat bahwa bumi kita ini terbentuk dari bahan-bahan yang direnggut tersebut yang kemudian memisahkan diri dari Matahari. sesudah itu masih ada bermunculan teori-teori lainnya yang juga mencoba menjelaskan terjadinya planet-planet yang mengitari Matahari. Tetapi kesemuanya itu lebih menfokuskan terhadap pembentukan planet-planet itu sendiri saja tanpa mempedulikan bagaimana sebenarnya Matahari itu sendiri terbentuk.

Gambar tahapan proses pembentukan Tata surya menurut teori Planetesimal

3. Hipotesa Pasang Surut Bintang

Hipotesa pasang surut bintang pertama kali dikemukakan oleh James Jeans pada tahun 1917. Planet dianggap terbentuk karena mendekatnya bintang lain pada Matahari. keadaan yang hampir bertabrakan menyebabkan tertariknya sejumlah besar materi dari Matahari dan bintang lain tersebut oleh gaya pasang surut bersama mereka, yang kemudian terkondensasi menjadi namun astronom Harold Jeffreys tahun 1929 membantah bahwa tabrakan yang sedemikian itu hampir tidak mungkin terjadi. Demikian pula astronom Henry Norris Russel mengemukakan keberatanya atas hipotesa tersebut.

4. Hipotesa Kondensial

Hipotesa kondensial mulany dikemukakan oleh astronom Belanda yang bernama G.P Kuiper (1905-1973) pada tahun1950. Hipotesa Kondenial menjelaskan bahwa Tata suryater bentuk dari bola kabut raksasa yang berputar membentuk cakramrakssa.

5. Hipotesa Bintang Kembar

Hipotesa bintang kembar awalnya dikemukakan oleh Fred Hoyle (1915-2001) pada tahun 1956. Hipotesa mengemukakan bahwa dahulunya Tata surya berula dua bintang yang hampir sama ukurannya dan lebih berdekatan yang salah satunya meledak meninggalkan serpihan-serpihan kecil. Serpihan itu terperangkap oleh gravitasi bintang yang tidak meledak dan mulai mengelilinginya.

SEJARAH PERKEMBANGAN ILMU GEOLOGI

Pada awalnya, orang tertarik untuk mempelajari geologi hanya karena didorong oleh rasa ingin tahu terhadap apa yang dilihat dan dirasakan disekitarnya. Hal ini dapat dilihat dari kenyataan dengan tersiratnya konsep-konsep terjadinya bumi di hamper semua budaya kuno dan dalam ajaran-ajaran Agamanya. proses-proses Alamyang menakjubkan, seperti meletusnya gunung api yang mengeluarkan bahan-bahan pijar dari dalam perut bumi, goncangan bumi yang menghancurkan segala yang ada di muka bumi dsb, telah mendorong orang-orang untuk mencari jawabannya.
ilmu Geologi itu sendiri dapat dikatakan baru dimulai pada sekitar tahun 500 hingga 300 tahun sebelum Masehi, yang didasarkan kepada fakta-fakta yang disusul dengan pemikiran-pemikiran dan pernyatan-pernyataan yang yang diajukan oleh pakar-pakar filsafat Yunani dan geologi. sejak itu berkembang menjadi Ilmu Pengetahuan tentang Bumi. Dengan semakiin majunya peradaban dimana banyak benda-benda kebutuhan manusia dibuat yang memerlukan bahan-bahan tambang seperti besi, tembaga, emas dan perak, kemudian juga batubara dan minyak bumi sebagai sumber energy, dank arena mereka ini harus diambil dari dalam Bumi. maka Ilmu Geologi kemudian berkembang sebagai Ilmu Terapan, yang dalam hal ini berfungsi sebagai penuntun  penting dalam eksplorasi.
dengan semakin meningkatnya penghunian bumi yang diikuti dengan penyediaan sarananya, maka lokasi hunian yang semula terletak didaerah-daerah yang mudah dijangkau dan sederhana tatanan geologinya, sekarang sudah meluas kewilayah-wilayah yang rumit dan memerlukan oengetahuan Geologi yang lebih lengkap dan teliti didalam pembangunannya. Air yang merupakan salah satu unsur daripada bumi, menjadi kebutuhan kehidupan yang sangat vital baik untuk rumah tangga, pertanian maupun sebagai energy pembangkit listrik yang harus disediakan.

KONSEP-KONSEP DAN HUKUM-HUKUM DALAM GEOLOGI

Untuk memahami Geologi, pemahaman tentang konsep-konsep dan hukum-hukum dalam ilmu geologi sangatlah penting dan merupakan dasar dalam mempelajari ilmu geologi. Adapun hukum dan konsepGeologiArti yang menjadi acu8an dalam geologi antara lain konsep tentang susunan, aturan dan hubungan antar bantuan dalam ruang dan waktu. pengertian ruang dalam geologi adalah tempat dimana batuan itu terbentuk sedangkan pengertian waktu adalah waktu pembentukan batuan dalam skala waktu geologi. 
1. Doktrin Uniformitarianisme (James         Hutton)
adalah suatu konsep dasar dalam         ilmu geologi modern yang mengacu pada doktrin “The Present is the Key to the Past”. Doktrin ini menyatakan bahwa hukum-hukum fisika, kimia dan biologi yang berlangsung saat ini berlangsung juga pada masa Lampau. Artinya, gaya-gaya dan proses-proses yang membentuk permukaan bumi seperti yang kita amati saat ini telah berlangsung sejak terbentuknya bumi. 
2. Hukum Superposisi (Nicholas Steno)
  Horizontalitas (Horizontality) : kedudukan awal pengendapan suatu lapisan batuan yaitu horizontal, kecuali pada tepi cekungan memiliki sudut kemiringan asli (initialdip) karena dasar cekungannya memang menyudut.
  superposisi (superposition) : dalam kondisi normal (belum menggangngu)
  Kesinambunga Lateral (Lateral Continuity) : pelamparan suatu lapisan batuan akan menerus sepanjang jurus perlapisan batuannya.


3. Keselarasan dan Ketidakselarasan (Conformity dan Unconformity)
  keselarasan adalah hubungan antar perlapisan batuan yang kontinyu (menerus)
  ketidak-selarasan adalah hubungan antar yang tidak menerus yang disebabkan oleh adanya rumpang waktu pengendapan.
4. Genagan Laut dan Susut Laut (Transgresi dan Regresi)
  Transresi dalam pengertian stratigrafi/sedimentologi adalah laju penuruna dasar cekungan lebih cepat dibandingkan dengan pasokan sedimen.
  Regresi dalam pengertian stratigrafi/sedimentologi adalah laju penurunan dasar cekungan lebih lambat dibandingkan dengan pasokan sedimen.
5. Hubungan Potong Memotong (Cross-cutting Ralationships) adalah hubungan kejadian antar batuan.

Arti Waktu Dalam Geologi

sebagai landasan prinsip untuk dapat mempelajari ilmu geologi adalah bahwasanya kita harus menganggap Bumi ini sebagai suatu benda yang secara dinamis berubah sepanjang masa, setiap saat dan setiap detik. dalam gambaran seperti itu maka salah satu segi yang khas dalam geologi dibandingkan dengan ilmu-ilmu lainnya adalah yang menyangkut masalah “Waktu”. salah satu pertanyaan yang timbul yang berhubungan dengan masalah waktu itu, adalah : Apakah kejadian-kejadian seperti proses-proses alam yang dapat kita amati sekarang ini, seperti mengalirnya air di permukaan, gelombang yang memecah di pantai, sungai yang mengalir sambil mengikis dan mengendapkan bebannya dll, juga berlangsung dimasa-masa lampau selama bumi ini berkembang ? kemudian dijawab oleh James Hutton, seorang ilmuan alam, yang banyak ilmuan-ilmuan dianggap sebagai Bapak dari ilmuan geologi modern, yang pada tahun 1785 untuk pertama kalinya mengeluarkan suatu pertanyaan yang sekarang ini dikenal sebagai “doctrine of unifornitarianism”.
Pencetus geologi modern ini yang kemudian dikenal sebagai “Huttonian Revolution”, mengutarakan pemikiran-pemikirannya sebagai berikut :
1. bahwasanya proses-proses alam yang sekarang ini menyebabkan perbahan pada permukaan bumi, juga telah bekerja sepanjang umur dari bumi ini.
2. Ia juga mengamati bahwa proses-proses tersebut yang walaupun belekeraja sangat lambat, tetapi pada akhiranya mampu menyebabkan terjadinya perubahan-perubahan yang sangat besar pada Bumi. 
3. Bahwa bumi ini sangat Dinamis, yang berarti mengalami perubahan-perubahan yang terus-menerus mengikuti sesuatu pola daur (siklus) yang berulang-ulang.


Hipotesa Pemekaran Lantai Samudra (Sea Floor Spreading)

Hipotesa pemekaran lantai samudra dikemukakan pertama kalinya oleh Harry Hess (1960) dalam tulisannya yang berjudul “Essay in geopetry descr...